Banda Aceh – Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh, Ramza Harli, mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan agar pengelolaan Pasar Lamdingin nantinya dikelola secara profesional.

Hal ini dikatakan Ramza, mengingat pada 15 Juni 2020 nanti Pasar Peunayong Banda Aceh akan direlokasi ke Pasar Rakyat Kota Banda Aceh yang ada di kawasan Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

“Apabila manajemen pasar ini bagus dikelola, saya yakin pasar terpadu ini nantinya akan menjadi pusat pasar yang modern di kota Banda Aceh,” kata Ramza saat melakukan kunjungan kerja komisi bersama Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Senin (08/05/2020).

Ramza mengatakan, kepada pedagang-pedagang di Pasar Peunayong yang akan berjualan di pasar tersebut nantinya benar-benar mendapatkan lapak dagangan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada permainan oknum yang memberikan lapak kepada yang bukan pedagang.

“Kita tidak ingin lagi persoalan-persoalan lama timbul, bahwasanya banyak lapak yang dikuasai oleh bukan pedagang, mereka hanya mengambil keuntungan sehingga lapak ini disewakan lagi ke pedagang lain dengan harga lebih tinggi,” ujarnya.

Ramza juga berharap, nantinya fasilitas pasar tersebut juga harus lengkap seperti manajemen pasar modern di daerah lain. Kemudian juga harus disediakan taman bermain anak sehingga selaras dengan konsep Banda Aceh sebagai kota layak anak.

“Jadi masyarakat yang berbelanja kemari juga nanti datang dengan keluarganya sehingga ada tempat penitipan anak di sini,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II, Devi Yunita mengatakan, peremajaan fasilitas pasar perlu dilakukan pada tahap selanjutnya agar pasar tersebut layak digunakan. Devi juga tak menampik jika pasar tersebut suatu saat menjadi pasar terbesar di Aceh dan lebih baik pengelolaannya dari pasar-pasar lain.

Untuk pedagang-pedagang dari kalangan perempuan, Devi berharap agar lebih mengutamakan kerja sama yang baik, mulai dari tingkat kebersihan dan kenyamanan sehingga kondisi pasar lebih terjaga.

“Insyaallah jika itu bisa dilakukan, pasar kita akan menjadi pasar yang terbaik dari pasar-pasar lainnya,” ujarnya.

Senada dengan itu, anggota Komisi II lainnya, Ilmiza Sa’aduddin Djamal juga berharap dukungan dari semua SKPK dan Satpol PP untuk mendukung relokasi Pasar Peunayong sehingga keberadaan pasar baru ini nantinya benar-benar sukses relokasi dari pasar sebelumnya.
Ilmiza menambahkan, sesuai jadwal relokasi pasar nantinya akan berjalan selama satu bulan. Akan tetapi ia berharap bukan hanya satu bulan, tapi sampai tiga bulan ke depan, agar pemindahan seluruh pedagang yang ada di Peunayong ke pasar baru bisa menyeluruh.

“Kami juga meminta kepada pedagang-pedagang yang akan pindah ke pasar baru untuk menaati peraturan-peraturan yang sudah dibuat oleh Pemerintah Kota Banda Aceh, sehingga sasaran apa yang dicanangkan oleh Wali Kota Banda Aceh menjadi kota yang betul-betul gemilang di semua sisi,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Ketua Komisi II Aiyub Bukhari, Wakil Komisi Devi Yunita, dan anggota komisi,Aulia Afridzal, Abdul Rafur, dan Ilmiza Sa’aduddin Djamal, serta pimpinan DPRK Banda Aceh. Sementara dari pihak dinas dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Muhammad Nurdin.[]

Related Posts
Dewan: Pasar Baru Lamdingin Harus Dikelola Profesional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *