BANDA ACEH – Juru bicara Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Royes Ruslan menekankan agar setiap penyesuaian belanja dalamPerubahan APBK Tahun Anggaran 2026 diarahkan kepada program yang memberi manfaat.
Menurutnya Rancangan Qanun Tentang Perubahan APBK Banda Aceh T.A. 20264 langsung dan nyata bagi masyarakat. Prioritas tersebut perlu mencakup pelayanan pendidikan dan kesehatan, penataankota, infrastruktur dasar, drainase, peneranganjalanumum,kebersihan dan lingkungan, transportasi dan penataanparkir,serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dan UMKM.
“Penguatan pendapatan daerah. Pemerintah KotaBandaAcehperlu terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerahmelaluitata kelola yang tertib, pelayanan yang baik, pengawasanyangkonsisten, dan basis perencanaan yang realistis. Target pendapatandan pembiayaan harus disusun secara rasional agartidakmenimbulkan tekanan terhadap pelaksanaan programprioritas,” kata Royes Ruslan.
Efisiensi, efektivitas, dan percepatan pelaksanaan. Fraksi Partai Demokrat menyoroti pentingnya percepatan daya serap anggaran, khususnya pada program yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Keterlambatan pelaksanaan harus diminimalkanmelalui perencanaan yang matang, pengadaan yangtepat waktu,koordinasi antarpemangku kepentingan, danpengendaliansecara berkala.
Akuntabilitas dan pengawasan. Pelaksanaan PerubahanAPBKharus disertai pengawasan yang kuat serta pelaporanyang Fraksi Partai Demokrat DPRK Banda Aceh Pandangan Akhir – Rancangan Qanun TentangPerubahan APBK Banda Aceh T.A. 20265 terbuka. Pemerintah Kota Banda Aceh perlu memastikanbahwasetiap program memiliki indikator keluaran dan manfaat yangjelas, sehingga anggaran tidak hanya terserap secara administratif, tetapi juga menghasilkan perbaikan pelayananpublikyang dapat dirasakan masyarakat.
“Komitmen terhadap kepentingan masyarakat. Fraksi PartaiDemokrat berharap seluruh catatan dan rekomendasi yangdisampaikan dalam pembahasan menjadi pedomanpelaksanaananggaran. Perubahan APBK harus mencerminkanaspirasimasyarakat, memperkuat pelayanan publik, danmendorongkemajuan Kota Banda Aceh secara berkelanjutan,” tuturnya []
