BANDA ACEH – Seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di bawah Pemko Banda Aceh didorong memiliki fasilitas internet dan kamera pengawas atau CCTV pada 2027.
Dorongan tersebut disampaikan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRK Banda Aceh, Sofyan Helmi, usai mengikuti pembahasan anggaran dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027 di Gedung DPRK Banda Aceh, Jumat (7/8/2026) dinihari.
Sofyan mengatakan, penyediaan internet di seluruh sekolah sudah menjadi kebutuhan penting seiring perkembangan teknologi dan sistem pembelajaran yang semakin berkembang. “Di era digital dan perkembangan teknologi saat ini, sudah seharusnya semua sekolah di Banda Aceh memiliki fasilitas internet,” ujarnya.
Menurutnya, jaringan internet dapat mendukung aktivitas belajar mengajar sekaligus memberikan akses informasi yang lebih luas bagi siswa maupun guru. Berbagai materi pembelajaran juga kini dapat diakses melalui internet sehingga keberadaan jaringan di sekolah dinilai akan semakin menunjang proses pendidikan.
Sofyan mengakui sejumlah sekolah di Banda Aceh telah berinisiatif menyediakan jaringan internet secara mandiri. Namun, fasilitas tersebut belum tersedia secara merata di seluruh sekolah. Karena itu, ia mendorong agar dalam anggaran 2027, Pemko Banda Aceh mengalokasikan anggaran untuk memastikan seluruh SD dan SMP memiliki fasilitas internet.
Selain internet, Sofian juga meminta setiap sekolah dilengkapi CCTV. Menurutnya, kamera pengawas tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan keamanan sekolah, tetapi juga membantu memantau berbagai aktivitas di lingkungan pendidikan.
Ia bahkan mendorong agar sistem CCTV nantinya dapat diakses oleh kepala sekolah dan pihak dinas terkait, sehingga pengawasan terhadap aktivitas di sekolah dapat dilakukan dengan lebih mudah. “CCTV ini penting. Kalau nanti ada kejadian atau ada komplain dari orang tua, sekolah sudah memiliki CCTV sebagai bukti,” katanya.
Menurut Sofyan, keberadaan CCTV juga dapat membantu sekolah memberikan penjelasan apabila terjadi persoalan yang melibatkan siswa maupun aktivitas lainnya di lingkungan sekolah.
Ia berharap usulan penyediaan internet dan CCTV tersebut dapat direalisasikan melalui pembahasan KUA-PPAS dan penganggaran 2027. “Jadi kita desak agar 2027, selain internet, semua sekolah di Banda Aceh ini juga sudah ada CCTV,” ujarnya.
Sofyan menilai, pemenuhan kedua fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.[]
Sumber : Serambi Indonesia
