Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh diminta untuk melakukan inovasi terhadap sistem pengelolaan parkir di kawasan Banda Aceh. Hal ini disampaikan Sabri Badruddin anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Senin November 2019.

Sabri Badruddin menjelaskan jika dilihat dari potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banda Aceh itu sangat tinggi. Tapi anggka yang diperoleh selama ini  tidak ada peningkatan yang signifikan.

“Namun kenyataannya realisasi yang mampu dicapai dari tahun ke tahun belum pernah melebihi dari 4 miliyar,” kata Sabri di Kantor DPRK Banda Aceh.

Sabri menjelaskan logikanya jika dihitung dari potensi pasar dengan jumlah kendaraan yang ada di Banda Aceh baik roda dua dan roda empat yang mencapai 250. 000 kendaraan.

Maka jika jumlah 250. 000 kendaraan ini hanya parkir sekali saja selama sehari, dengan hitungan rata – rata Rp 1.000 per kendaraan makan akan menghasilkan sekitar PAD 25 miliyar.

Setelah dibagi dengan 65 persen untuk tukang parkir, maka 23 persen dari 25 miliyar ini sudah 9 miliyar, konon lagi dengan jumlah kendaraan yang dibawa dari Aceh Besar. “Ini masih hitungan terendah bayangkan kalau hitunganyan ful satu hari sekali saja parkir” ujar politisi Golkar itu.

Sabri menyampaikan antara potensi dan realisasi belum berimbang, karena itu ia berharap kedepan biasa dibenahi sehingga sumbangan parkir pada PAD itu lebih meningkat, sehingga bermanfaat untuk kesejahteraan dan pembangunan Kota Banda Aceh.

“Ini ada sistem regulasi yang harus kita perbaiki terhadap pengelolaan parkir ini, artinya memang teman yang mengelola parkir itu harus lebih serius, lebih berinovasi dalam rangka mengelola parkir sehingga menyumbangkan PAD membantu wali kota untuk membangun kota Banda Aceh,” tuturnya.[]

Related Posts
Pemko Banda Aceh Diminta Inovasi Pengelolaan Parkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *