Ketua DPRK Saring Kopi Robusta di Arena Car Free Day

0
39

Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mencoba sensasi menyaring Kopi Aceh dengan menggunakan kompor induksi di arena Car Free Day, Minggu 24 November 2019.

Pada kesempatan itu Farid Nyak Umar juga didampingi Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin, Sekda Kota Banda Aceh, Ir Bahagia dan jajaran Manajemen PLN Aceh.

“Saat menyaring kopi, saya kembali teringat 16 tahun lalu (2003-2004) saat menjalankan usaha keluarga di Warkop Pocut Baren, Kp Keuramat,” kata Farid Nyak Umar.

Farid menyampaikan kopi Aceh sudah mendunia dan menjadi salah satu daya tarik serta target buruan para penikmat kuliner Aceh. “Jadi, sambil menikmati hari libur bersama keluarga, di arena car free day pastikan anda menikmati secangkir kopi Aceh yang dijamin lezat,” ujar Farid

Pada kesempatan tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini juga mengapresiasi kegiatan Car Free Day, yang disenggarakan pemerintah kota Banda Aceh seminggu sekali.

Menurut Farid Nyak Umar, kegiatan tersebut merupakan sebuah langkah cerdas yang dilakukan Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, dengan menggelar car free day, setiap hari Minggu di sepanjang jalan Tengku Daod Beureueh.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita melihat warga bisa berbaur dengan pemimpin mereka yang ada di Banda Aceh,” kata Farid Nyak Umar, di arena car free day.

Menariknya, tambah Farid ini juga merupakan ajang bagi pelaku usaha, UKM, dan masyarakat untuk bisa mengembangkan bisnis mereka, dengan menjual di arena tersebut.

“Tadi kita juga menyaksikan bagaimana peluncuran berbagai alat elektronik, kompor berbasis listril, sepeda motor listrik dan banyak kegiatan kegiatan lain,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Menurutnya ini juga suatu cara untuk menekan sumber polusi yang ada di Banda Aceh, asap gas emisi dan sebagainya. Karena itu Farid juga mendorong dan memberikan apresiasi kepada pemerintah kota Banda Aceh agar kegiatan ini bisa dilakukan secara terus – menerua agar kedepan lebih banyak melahirkan kreativitaa masyarakat.

“Kami berharap kegiatan itu lebih banyak melibatkan komunitas masyarakat khusunya anak – anak muda generasi milenial. Pemerintah memberikan ruang pada mereka, untuk mengembangkan potensi dan kreativitas mereka di tempat itu,” tuturnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here